Bila anda orang jawa pasti pernah pusing ya sama yang namanya urusan Aksara Jawa.
Namun mungkin sekarang tidak berlaku lagi perilaku pusing tersebut. Karena Tjah
Solo ini mampu berinovasi membuat subuah Transliterasi yang mana bisa
mengubah sebuah huruf biasa menjadi Huruf Aksara Jawa, namanya adalah
Benny Lin. Program/Aplikasi ini dibuat hanya dengan kurun waktu 1,5 Tahun.
Software yang nama Kerennya Javanese Transliteration itu, Ia kerjakan sembari membantu Orang Tuanya dan kalau dihitung hari dia hanya kerjakan saat hari Sabtu dan Minggu.
Ya, Benny juga merupakan salah satu admin Wikipedia Indonesia itu melanjutkan, jika program perangkat lunak hanya menyempurnakan dari program sebelumnya. Dia menyederhanakan penulisan aksara jawa yang meliputi aksara pasangan, aksara carakan, aksara swara, aksara rekan, aksara murda, aksara wilangan dan juga tanda baca.
”Artinya, ngetik di keyboard komputer seperti biasa mengetik huruf latin. Jadi mudah. Dari mulai orang dewasa hingga anak-anak bisa,” papar dia. Literatur Kuno Meski demikian, yang harus diperhatikan adalah cara penulisan. Misalnya, untuk menyusun kalimat dan kata yang sesuai pakem aksara jawa, pengguna perlu memerhatikan beberapa hal. Sebagai contoh, penulisan nama ”Andi Setiawan”, maka pengguna sedianya mengetik ”Andi Setyawan”. Menurut dia, program yang dibuatnya terbilang lebih mudah dibandingkan program sebelumnya.
”Ini memudahkan penulisan kembali literatur kuno yang terdapat di museum,” aku dia. Pria kelahiran Solo 28 Maret 1985 itu menambahkan, program terbaru yang dia buat diberikan pada masyarakat Indonesia dengan cuma-cuma. Yakni bagi yang menginginkan cukup berbekal PC dan mengunduh perangkat lunaknya.
Software yang nama Kerennya Javanese Transliteration itu, Ia kerjakan sembari membantu Orang Tuanya dan kalau dihitung hari dia hanya kerjakan saat hari Sabtu dan Minggu.
Ya, Benny juga merupakan salah satu admin Wikipedia Indonesia itu melanjutkan, jika program perangkat lunak hanya menyempurnakan dari program sebelumnya. Dia menyederhanakan penulisan aksara jawa yang meliputi aksara pasangan, aksara carakan, aksara swara, aksara rekan, aksara murda, aksara wilangan dan juga tanda baca.
”Artinya, ngetik di keyboard komputer seperti biasa mengetik huruf latin. Jadi mudah. Dari mulai orang dewasa hingga anak-anak bisa,” papar dia. Literatur Kuno Meski demikian, yang harus diperhatikan adalah cara penulisan. Misalnya, untuk menyusun kalimat dan kata yang sesuai pakem aksara jawa, pengguna perlu memerhatikan beberapa hal. Sebagai contoh, penulisan nama ”Andi Setiawan”, maka pengguna sedianya mengetik ”Andi Setyawan”. Menurut dia, program yang dibuatnya terbilang lebih mudah dibandingkan program sebelumnya.
”Ini memudahkan penulisan kembali literatur kuno yang terdapat di museum,” aku dia. Pria kelahiran Solo 28 Maret 1985 itu menambahkan, program terbaru yang dia buat diberikan pada masyarakat Indonesia dengan cuma-cuma. Yakni bagi yang menginginkan cukup berbekal PC dan mengunduh perangkat lunaknya.
Bahkan dia dengan terangterangan tidak akan menjual untuk
keperluan uang semata. Terbatas ”Ini untuk masyarakat Jawa. Agar aksara Jawa
tetap terjaga, salah satunya melalui program tersebut,” ungkapnya gembira.
Meskipun baru pertama dikenalkan pada masyarakat Solo saat gelaran car free day
(CFD) di Jalan Slamet Riyadi pekan lalu, namun program itu akan diperkenalkan
secara luas pada 28 Mei, bertepatan dengan peringatan Aksara Jawa. Disamping
mendekati hari ulang tahun (HUT) ke-10 Wikipedia Indonesia pada 30 Mei.
”Pasalnya program seperti ini pasti dibutuhkan oleh intansi atau lembaga. Baik itu di pemerintahan maupun di sekolah, untuk pelajaran bahasan Jawa, jelas dia. Meski pihaknya sudah melakukan penyempuraan, tapi alumnus SMA 3 Surakarta itu menambahkan, jika kemampuannya belajar di Negeri Paman Sam itu akan terus digunakan.
Pasalnya penerjemahan unicode aksara jawa masih terbatas, yaitu hanya di firefox untuk program browser, open office dan libreoffice. Sedangkan program pendukung di ponsel cerdas juga belum mampu menerjemahkan transliterasi aksara Jawa. Yang ini sudah bagus. Tapi terus saya coba bikin inovasi lainnya, kata dia. Tri Sulistyanto (43), seorang warga yang kebetulan saat pengenalan pertama di CFD menyaksikan proses pengetikan hingga pengeprinan itu, mengapresiasi terobosan Benny Lin.
Dan, jika anda ingin mencoba ataupun MEN-DOWNLOAD aplikasi ini Silahkan bisa
kunjungi >>>
Javanese Transliteration
”Pasalnya program seperti ini pasti dibutuhkan oleh intansi atau lembaga. Baik itu di pemerintahan maupun di sekolah, untuk pelajaran bahasan Jawa, jelas dia. Meski pihaknya sudah melakukan penyempuraan, tapi alumnus SMA 3 Surakarta itu menambahkan, jika kemampuannya belajar di Negeri Paman Sam itu akan terus digunakan.
Pasalnya penerjemahan unicode aksara jawa masih terbatas, yaitu hanya di firefox untuk program browser, open office dan libreoffice. Sedangkan program pendukung di ponsel cerdas juga belum mampu menerjemahkan transliterasi aksara Jawa. Yang ini sudah bagus. Tapi terus saya coba bikin inovasi lainnya, kata dia. Tri Sulistyanto (43), seorang warga yang kebetulan saat pengenalan pertama di CFD menyaksikan proses pengetikan hingga pengeprinan itu, mengapresiasi terobosan Benny Lin.
Dan, jika anda ingin mencoba ataupun MEN-DOWNLOAD aplikasi ini Silahkan bisa
kunjungi >>>
Javanese Transliteration

0 komentar:
Posting Komentar