Opek

Opek

Ruang Lingkup Filsafat Ilmu


A. Pengertian Filsafat Ilmu

Menurut The Liang Gie filsafat ilmu adalah: Segenap pemikiran reflektif terhadap persoalan mengenai segala hal yang menyangkut landasan ilmu maupun hubungan ilmu dengan segala segi dari kehidupan manusia
Menurut Conny R. Semiawan, terdapat 4 titik pandang dalam filsafat ilmu:
  1. Perumusan Worldviews yang konsisten dengan, dan pada beberapa pengertian didasarkan atas teori-teori ilmiah yang penting
  2. Suatu eksposisi dari presuppositions dan predispositions dari para ilmuan
  3. Suatu disiplin yang didalamnya konsep dan teori tentang ilmu dianalisis dan diklasifikasikan
  4. Patokan tingkat kedua (second-order-criteriology)
  • Filsafat ilmu adalah suatu telaah kritis terhadap metode yang digunakan oleh ilmu tertentu, terhadap lambang yang digunakan dan terhadap struktur penalaran tentang system lambang yang digunakan.
  • Filsafat  ilmu adalah upaya untuk mencari kejelasan mengenai dasar-dasar konsep, sangka wacana dan postulat menenai ilmu dan upaya untuk membuka tabir dasar-dasar ke empirisan, rasional dan pragmatisan.
  • Filsafat ilmu adalah studi gabungan yang terdiri atas beberapa studi yang beraneka macam yang ditujukan untuk menetapkan batas yang tegas mengenai ilmu tertentu
Objek filsafat ilmu ada 2 yaitu: objek material filsafat ilmu dan objek formal filsafat ilmu. Objek material adalah objek yang dijadikansasaran penyelidikan oleh suatu ilmu, atau objek yang dipelaajari oleh suatu ilmu. Sedangkan, objek formal adalah sudut pandang dari mana sang subjek menelaah objek materialnya.
Beberap manfaat filsafat diantaranya:
  • Pengujian nalar ilmiah
  • Merefleksikan, menguji, mengkritik asumsi dan metode keilmuan
  • Pendasaran logis terhadap metode keilmuan

B. Definisi ilmu pengetahuan

Ilmu pengetahuan berasal dari kata “science”(b.inggris), scientia/scire(b.latin) yang berarti mempelajari, mengetahui. Menurut The Liang Gie ilmu adalah rangakaian aktivitas penelaah yang mencari penjelasan suatu metode untuk memperoleh pemahaman secara rasional empiris mengenai dunia dalam berbagai segi dan keseluruhan pengetahuan sistematis yang dijelaskan berbagai gejala yang ingin dimengerti manusia. Sedangkan menurut Bahm ilmu pengetahuan melibatkan 6 macam komponen yaitu: masalah(problem), metode(method), aktivitas(activity), kesimpulan(conclution) dan pengaruh(effect).
Ciri-ciri ilmu menurut para filsuf dintaranya:
  1. The Liang Gie: empiris, sistematis, objektif, analitis, verifikatif
  2. Daoed Joesoef: ilmu pengetahuan mengacu pada produk, proses dan masyarakat
  3. Van Meslen: metode, tanpa pamrih, universalitas, objektivitas, verifikasi, progresivitas, kritis dan atautan antara teori dengan praktis.
  4. M.Hatta: ilmu adalah pengetahuan yang teratur tentang pekerjaan hukum kausal dalam suatu golongan masalah yang sama tabiat, kedudukan dan bangunannya.
  5. Syarat-syarat sifat ilmiah: mempunyai objek, metode, sistematik dan universal.

Pengetahuan ilmiah menurut the Liang gie mempunyai 4 bentuk yaitu deskripsi, eksposisi pola, preskripsi, rekonstruksi historis. Ada beberapa pengelompokkan ilmu yaitu:
  1. Ilmu Formal dan  Ilmu Nonforma. Disebut ilmu formal (nonempiris) Karena ilmu ini dalam seluruh kegiataannya tidak bermaksud menyelidiki secara sistematis data-data indrawiyang konkret. Contoh: matematika dan filsafat. Disebut ilmu nonformal karena didalam ilmu ini empiri atau pengalaman indrawi memainkan peranan sentral atau utama. Ilmu ini dalam seluruh kegiatannya berusaha menyelidiki secara sistematis data-data indrawi yang konkret. Contoh ilmu hayat(misalnya ilmu tumbuh-tumbuhan dan ilmu hewan(zoologi), ilmu alam, ilmu manusia
  2. Ilmu murni dan ilmu terapan. Ilmu murni/teoritis adalah ilmu yang bertujuan meraih kebenaran demi kebenaran. Contoh : matematika, metafisika. Ilmu terapan/praktis adalah ilmu yang bertujuan untuk diaplikasikan atau diambil manfaatnya. Contoh: ilmu kedokteran, teknik, hukum, ekonomi, psikologi, sosiologi, administrasi, dan ekologi.
  3. Ilmu nomotetis dan idiografis. Ilmu nomotetis bahasannya adalah gejala pengalaman yang dapat diulangi terus menerus hanya merupakan kasus-kasus yang mempunyai hubungan dengan suatu hubungan alam. Contoh : ilmu-ilmu alam. Ilmu idiolografis objek bahasannya adalah objek yang bersifat individual, unik yang hanya terjadi satu kali dan mencoba mengerti atau memahami objeknya menurut keunikannya. Contoh : ilmu-ilmu budaya.
  4. Ilmu deduktif dan induksi. Disebut ilmu deduktif karena semua pemecahan, yang dihadapi dalam ilmu ini tidak didasarkan atas pengalaman indrawi atau empiris, melainkan atas dasar deduksi atau penjabaran. Deduksi adalah proses pemikiran dimana akal budi manusia dari pengetahuan tentang hal-hal yang umum dan abstrak menyimpulkan tentang hal-hal bersifat khusus dan individual. Contoh : matematika. Ilmu induksi bekerja atas dasar induksi. Induksi ialah proses pemikiran dimana akal budi manusia dari pengetahuan tentang hal-hal yang bersifat khusus dan individual menarik kesimpulan tentang hal-hal yang bersifat umum dan abstrak. Contoh : ilmu-ilmu alam
  5. Naturwissenschaften dan Geisteswissenschaften. Natur adalah ilmu pengetahuan alam dan objek pembahasannya adalah benda alam atau gejala alam, sedangkan Geist adalah ilmu budaya dengan objek pembahannya adalah produk manusia. Contoh pada Naturwissenschaften : ilm pengetahuan alam sedangkan pada Geisteswissenschaften : ilmu pengetahuan budaya.
  6. Ilmu empiris secara lebih khusus, Menurut Berling ada tiga yaitu ilmu alam, ilmu hayat, dan ilmu manusia. Ilmu alam contohnya antar lain ilmu fisika, kimia, astronomi, geologi. Cara berfikir danbekerjanya ditandai dengan observasi, teori dan eksperimen. Sedangkan contoh ilmu hayat antara lain ilmu tumbuh-tumbuhan dan ilmu hewan(zoologi),
Klasifikasi ilmu menurut para filsuf:
  1. The Liang Gie. Ragam ilmu : ilmu teoritis dan ilmu praktis(practical science), objek materialnya terdiri dari: matematis, fisis, biologis, psikologis, social, linguistic, interdisipliner.
  2. Auguste Comte. Mengklasifikasikan ilmu sebagai berikut: ilmu pasti(matematika), ilmu perbintangan(astronomi), ilmu alam(fisika), ilmu kimia, ilmu hayat(fisiologi atau biologi), fissika social(sosiologi).
  3. Karl Popper. Membagi ilmu berdasarkan dunia1, dunia2, dan dunia3. Dunia1 : kenyataan fisis dunia, dunia2: kejadian dan kenyataan psikis dalam diri manusia, dunia3: segala hipotesis, hukum, dan teori ciptaan manusia dan hasil kerja sama antara dunia1 dan 2.
  4. Thomas Khun. Membagi ilmu berdasarkan tahap pertama yang berisi tentang paradigama, membimbing dan mengarahkan aktivitas ilmiah, tahap kedua tantang anomaly, paradigma mulai diperiksa dan dipertanyakan, tahap ketiga : paradigma baru revolusi ilmiah.
  5. Jurgen habermas. Membagi ilmu antara lain: empiris-analitis (ilmu alam dan social empiris), historis hermeneutis(humaniora), social-kritis(ekonomi, sosiolgi, politik)
C. Susunan ilmu pengetahuan
  1. Langkah-langkah dalam ilmu pengetahuan
Peneyelidikan imiah  elalau diawali dengan situasi masalah dan berlangsung dalam tahap-tahap sebagai berikut:
  1. Perumusan ilmiah; setiap penyelidikan ilmiah dimulai dengan masalah yang harus dirumuskan secara tepat dan jelas dalam bentuk pertanyaan agar ilmuan mempunyai jalan untuk mengetahui fakta-fakta apa sajayang harus dikumpulkan.
  2. Pengamatan dan pengumpulan data(observasi) ; penyelidikan ilmiah dalam tahap ini mempunyai corak empiris dan induktif dimana seluruh kegiatan diarahkan pada pengumpulan data dengan melalui pengamatan yang cermat sambil didukung oleh berbagai sarana yang canggih.
  3. Pengamatan dan klasifikasi data; dalam tahap ini ditekankan penyusunan fakta-fakta dalam kelompok, jenis dan kelas tertentu berdasarkan sifat yang sama.
  4. Perumusan pengetahuan(definisi); dalam tahap ini ilmuwan mengadakan analisis dan sintesis secara induktif.
  5. Tahap ramalan (prediksi); dalam tahap ini, deduksi mulai memainkan peranan. Disini teori yang dibentuk tadi diturunkan hipotesis baru dan dari hipotesis ini, lewat deduksi pula ilmuwanmulai menyusun implikasi logis agar ia dapat mengadakan ramalan-ramalan tentang gejala yang perlu diketahui atau yang masih terjadi.
  6. Pengujian kebenaran hipotesis(verifikasi); dalam tahap ini dilakaukan pengujian kebenaran hipotesis dan itu artinya menguji kebenaran ramalan-ramalantadi melalui pengamatan atau observasiterhadap fakta yang sebenarnya atau percobaan-percobaan.
2. Siklus empiris
Ilmu empiris memperoleh bahan-bahannya melalui pengalaman. Proses penyelidikan dapat digambarkan sebagai daur yang terdiri lima tahap sebagai berikut:
  1. Observasi; pengmatan yang biasa. Ilmu empiris memperoleh bahan-bahan dari kenyataan empiris yang dapat diamati dengan berbagai cara. Bahan itu disaring, diselidiki, diawasi, diverifikasi, diidentifikasi, didaftar, dan diklasifikasikan secara ilmiah.
  2. Induksi; hal-hal yang diamati harus dirumuskan dalam beberapa pernyataan kemudian disimpulkan kembali dalam pernyataan umum.
  3. Deduksi; matematika serta logika memungkin pengolahan lebih lanjut dengan bahan-bahan empiris, bahan ini tercakup dalam suatu pernyataan yang runtut.
  4. Kajian(eksperimentasi); berdasarkan system ini dapatlah dijabarkan pernyataan khusus tertentu, yang kemudian dapat dikaji lagi dalam kerangka observasi eksperimental dan tidak eksperimental tertentu.
  5. Evaluasi; hasil-hasil ajian membawa kita kepada tahap evaluasi , suatu teori yang disusun dengan menggunakan induksi dan deduksi.
D. Ilmu pengetahuan berdasarkan kurun waktunya

Terdiri dari :
  1. Ilmu pengetahuan konvensionla; mengedepankan mitos, dari pada logos.
  2. Ilmu pengetahuan modern mengutamakan rasio, akal sehingga segala sesuatu harus bersifat rasional. Mengedepankan logos daripada mitos.
Perkembangan pengetahuan modern  memiliki konsep atau teori pengetahuan modern berkembang berabad-abad, sejak manusia mampelajari alam semesta. Thales sebagai bapak ilmu pengetahuan, Aristoteles, Scorattes sampai k egenerasi Newton. Berdasarkan pemikiran manusia pengetahuan terus berkembang hingga melahirkan teori-teori dan wujud untuk kepentingan umat manusia. Berdasakan pemikiran manusia pengetahuan terus berkembang hinggs melshirksn teori-teori dan wujud untuk kepentingan umat manusia.

Aristoteles berpendapat, berdasarkan pengamatan benda-benda hidup itu mungkin dapat timbul dari benda tak hidup. Contoh cacing berasal dari lumur, ulat berasal dari daging yang membusuk dan lain-lain.

Pada abad ke 13, Nikolas Kopernikus Berkebangsaan Polandia  yang mencetuskan revolusi dunia ilmu. Teorinya menyatakan bahwa matahari merupakan pusat tata surya yang diedari oleh bumi serta planet lainnya.  

Pada abad ke 16, Sir Isaac Newton  Berkebangsaan Inggris  yang mencetuskan hukum gravitasi bumi,pencipta teleskop cermin. Teorinya sangat mempengaruhi alam pikiran abad-18. Perkembangan ilmu pengetahuan abad 18, 19 melahirkan ilmu ilmu yang sangat bermanfaat bagi kehidupan umat manusia. Thomas Alpha Edison, dengan lampu listriknya. Albert Enstain  dengan teori atomnya.

Puncak pengetahuan di abad 20, Para ilmuwan memanfatkan materi dan energi. Materi merupakan benda sedangkan energi yang memiliki kekuatan. Materi merupakan benda-benda hasil olahan. Dalam kehidupan modrn penggunaan energi semakin meluas. Energi berwujud dalam berbagai bentuk; cahaya, kimia, panas, gerak, nuklir dan sebagainya.
Share on Google Plus

About Opek

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar